Beginilah harapan

Beginilah manusia, ia begitu lemah. Ia bisa begitu rapuh, menangis, lunglai dan tak berdaya menahan sulitnya terpaan hidup. Tapi sebenarnya disanalah keunikan dan keistimewaan kehidupan manusia. Manakala ia menyadari kelemahan dirinya, seharusnya ia bergegas mencari tempat berpijak. Seharusnya ia bersegera mencari tempat bersandar. Selebar apapun goresan luka yang dibuat oleh kesulitan hidup, tempat bersandar dan berpijak yang paling kokoh dan merupakan sumber kekuatan Yang Maha Besar adalah Allah Subhana Wa Ta’ala, kekuatan itu hakikatnya milik Allah. Pada-Nya lah kita selalu bersandar, memohon tambahan kekuatan. Itulah harapan.
Karena kehidupan ini berjalan dan berputar dalam lingkaran takdir-Nya, mka kita harus bersiap-siap untuk menerima peristiwa-peristiwa yang diluar kesadaran kita sebagai manusia. Sebagai seorang mukmin, kita harus yakin bahwa di tangan-Nya lah kendali semua makhluk di alam yang maha luas ini. Dengan demikian ia akan merasa sangat lemah di hadapan-Nya, mengharap kepada segala pertolongan-Nya dan bergantung kepada segala keputusan-Nya. Itulah harapan.
Untuk itu, jangan pernah berhenti, sebelum hidup kita punya arti. Kita harus bangkit, menyingkirkan debu kemalasan, mengembalikan hati ke tempatnya semula. Itulah harapan.
Untuk itu, jangan pernah berhenti, seperti air teruslah mengalir, menapaki setiap celah yang ada, mengumpulkan kekuatan untuk merubuhkan tembok yang menghadang. Itulah harapan.
Untuk itu, jangan pernah berhenti, meski terkadang kita perlu memberi sedikit ruang untuk perhentian. Namun perlu diingat bahwa perhentian itu hanyalah terminal, bukan tujuan utama. Karena disana kita hanya memberi kesempatan bagi beban agar tidak menghimpit, agar kita bisa menata keadaan. Itulah harapan.
Begitula. Hidup adalah perjalanan. Kita menyusun kisah diatasnya, menjalaninya dan kemudian menutupnya dengan segala jenis penutup. Ya, penutup perjalanan. Inilah yang sangat menentukan. Akhir dari suatu perjalanan. Akankah menjadi seorang yang kalah? Akankah menjadi seorang pahlawan? Akankah menjadi seorang pemenang? Karena seperti langit yang luas, jalan kehidupan di dunia menawarkan banyak pintu pilihan untuk menutupnya. Kita berharap berada di pintu yang sama. Pintu kemenangan yang telah disiapkan-Nya, pintu yang juga dibuka dan dimasuki orang-orang shalih. Pintu-pintu yang bermuara pada sebuah rumah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai untuk nanti setelah kita menghabiskan sisa-sisa usia di sini, di dunia. Itulah harapan.

2 Tanggapan

  1. Hmm…
    Hmm…

    mw ngasi comment apa ya????

    Mw nyoba menyimpulkan maksud dari tulisan bpk…
    “Itulah harapan…..”
    1. Harapan itu… saat kita bersandar pada-Nya dan memohon kekuatan

    2. Harapan itu….saat kita berharap pertolongan dan menggantungkan segalanya pada-Nya,, karena sadar kelemahan memang menjadi milik kita…

    3.Harapan itu…saat kita sadar untuk berusaha meletakkan hati kita pada tempatnya..

    4.Harapan itu…saat kita memutuskan untuk tidak pernah berhenti menggoreskan tinta si lembar kehidupan.

    5. Harapan itu… saat kita sadar bahwa terminal perhentian tidak akan membuat kita benar2 berhenti,, namun hanya menjadi saat dimana kita menata kembali.

    6. Harapan itu…saat kita berharap di akhir perjanan nanti kita akan mendapatkan kemenangan…

    Berharap…
    berharap agar nanti harapan2 yang sudah digoreskan bukan hanya menjadi harapan kosong…

    berharap,,, bahwa kita masih punya harapan…

    Yah,,,

    Berharap,,,
    saya masih bisa terus berharap…

    Berharap…
    Di pixel2 kehidupan saya, saya masih ditemani harapan2 yang akan membuat saya tidak berhenti lama meski hanya di terminal perhentian…

    Hmm…
    Wah,, jadi puitis…

    Mari berharap…
    Smgt!!!
    ^^
    _win_

  2. assalamu`alaikum wr wb

    semoga situs ini bukan diperuntukkan kepada orang-orang tertentu.

    semoga saya juga punya celah untuk sedikit cuap-cuap.

    pak, kok dari dahulu kala ga ada tambahan posting???

    padahal saya nunggu bacaan selajutnya.

    *laskar eplangi saya apa kabar pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: