Berharap dari Yang Baru…..

Hari ini, senin, 14 Juli 2008, tahun ajaran baru dimulai. Tahun ajaran baru, sekolah baru, kelas baru, teman baru, dan segala atribut yang baru atau setidaknya diperbaharui, hendaknya bisa menerbitkan harapan baru, harapan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu semua, kita mulai dengan membaca basmallah. Bismillahirrahmanirrahim. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah Maha Pengasih, dari dulu, kini hingga esok. Kita sebut nama-Nya atau tidak. Kita ingkari Ia atau tidak. Kita yang tahu diri atau tidak. Kita yang muslim, – dan selayaknya kita bangga dengan kemusliman ini-, atau tidak. Ia tetap Maha Pengasih, selamanya demikian.
Sebagai bukti betapa Maha Pengasih-Nya, Ia berkenan memberikan kita petunjuk. Ia berikan kita pedoman, agar kita tidak tersesat jalan. Ia berikan acuan kebenaran. Karena Ia Maha Tahu, bahwa manusia itu dhaif (lemah), yang bilamana seluruh manusia berkumpul untuk membuat suatu acuan kebenaran, pasti akan timbul kekacauan. Nah dengan pedoman hidup itulah manusia menyusuri jalan-jalan kehidupan ini. Manusia yang tahu diri, tahu bahwa dirinya lemah, tahu bahwa dirinya butuh penuntun hidup, tentulah akan menggunakan petunjuk hidup ini agar tidak terjadi salah jalan, terpeleset, terjatuh. Dan begitu Maha pengasihnya Allah, bahkan Ia selalu memperhatikan kita detik demi detik dan memberikan ‘sapaan-sapaan kecil’, tinggal kita saja bagaimana memaknainya.
Karena pada dasarnya segala ‘kesialan’ yang terjadi di muka bumi ini karena kesalahan manusia yang tidak mau menggunakan petunjuk-Nya dengan benar. Atau terkadang ada yang menganggap bahwa hal itu bukan petunjuk dari-Nya. Ambil semisal contoh. Kita terpeleset gara-gara sehelai kulit pisang. Apakah Allah ingin mencelakankan kita? Tidak, Ia tidak akan menyengsarakan manusia. Ia tidak akan menjatuhkan manusia sedemikian rupa. Sebenarnya Ia hanya ‘menepuk’ bahu kita untuk mengingatkan banyak hal. Ia mengingatkan kita agar ketika berjalan sebaiknya berhati-hati. Ia mengingatkan kita agar tidak membuang sampah sembarangan, agar tidak mencelakakan saudara yang lain. Ia mengingatkan kita agar tidak ‘menjatuhkan’ kawan, karena ‘jatuh’ itu sakit. Ia mengingatkan kita agar jangan tergesa-gesa. Ia menghentikan kita sesaat, karena mungkin dalam kepala kita dipenuhi nafsu dendam. Ia menghentikan kita, sebelum saat penghentian sebenarnya itu tiba. Ia mengingatkan kita untuk selalu waspada. Ia mengingatkan kita, agar dalam setiap saat kita bisa selalu ingat pada-Nya.
Begitu juga, ketika saat nilai ulangan harian diumumkan, ketika nilai kita berada pada posisi yang tidak ‘menyenangkan’ untuk dilihat, atau “guru fisika” ini melihat bagaimana ‘perilaku tidak sewajarnya’ ketika ujian berlangsung sehingga nilai didiscount menjadi separuhnya. Allah sebenarnya juga tengah menegur kita, agar ketika belajar dapat sepenuh hati, agar ketika diberi waktu kita dapat manfaatkan sebaik-baiknya, agar kesombongan yang sukses bertengger di hati dapat terkikis jatuh, agar kejujuran kita dapat ditingkatkan.
Begitulah. Kita terkadang hanya mampu membaca yang lahir, yang nampak, dan bukankah itu suatu bukti bahwa kita lemah, bodoh dan tidak punya kemampuan apa-apa dibanding kekuasaan dan pengetahuan Allah yang Maha Luas. Tapi disitulah keunikan dan keistimewaan hidup, yang seharusnya semakin mendekatkan kita pada-Nya.
Kita, manusia selalu senang dengan hal-hal yang baru. Dan sadarkah kita bahwa Allah sebenarnya selalu memberi kita yang baru, agar kita bisa menuju kesempurnaan dan kebahagiaan. Bukankah selalu ada hari baru, ada makanan baru, ada oksigen baru, dan apa saja yang terjadi dan kita alami hari ini adalah baru. Sebab semua itu bukan yang terjadi kemarin. Karena itu marilah kita bersyukur dan berharap bisa tetap tersenyum meski memeluk kesulitan.
Selamat bertahun ajaran baru untuk semua…..
(Meski mungkin ini ucapan selamat satu-satunya yang seperti ini atau tidak pernah ada yang mengucapkan, tapi biarlah).

2 Tanggapan

  1. Assalamualaikum…

    hhhmmm…
    pa kabar pak???

    bagi yg kuliah blm ajaran baru pak…
    hehe..
    (nti klo dah ajaran baru bwad kami,,ksih ucapan lg y pak??hehe,,)

    tp doakan la murid bpk ini agar slalu bsa m`metik hikmah dari kjadian2 ‘baru’ yg srg trjadi blakangan ni…
    mskpun,,saya akui,,susah skali utk ttp brpegang bahkan berkaca pada cermin kbnaran..

    mohon doa alalu y pak..

    salam bwad warga sma8…

    oya,,bpk jadi kJogja??

    wassalamu`alaikum…

  2. bapak, itu poto depan ruangan bapak kah????

    o ya, makasi komen bapak.
    manjur, walaupun saya bacanya setelah menyelesaikan kasus muak bodoh itu.

    hehe..

    tenang pak, saya oke..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: