Nilai Ulha Geografi : Iklim & Cuaca

tunas di mata air

Hidup sebenarnya tidak memberikan toleransi sedikitpun pada kita untuk melakukan kesalahan sekecil apapun, kecuali pada beberapa hal-hal yang memang bisa dimaafkan yang kita tidak bisa mengelak dari hal tersebut. Tetapi pada saat pilihan ini muncul, maka hindarkanlah untuk melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak bisa dihapus hanya dengan kata-kata istighfar.

Ulangan harian geografi yang kemarin juga demikian (nilai bisa dilihat dibagian bawah). Memilih sikap untuk berlaku jujur itu jauh lebih sulit daripada kita memilih pilihan jawaban yang benar dari a sampai e yang telah disediakan. Dua pilihan yang dihadapkan pada kita itu mempunyai konsekuensi masing-masing; kesalahan yang kita lakukan ketika kita memilih untuk tidak jujur akan menggoreskan kesalahan yang seolah nampak kecil namun berbekas begitu dalam. Mengapa demikian? Ketika kita melakukan kecurangan maka kita menipu semua orang yang membaca dan melihat nilai yang diumumkan ini. Kita mengklaim seolah itu adalah milik kita, dan bisakah kita meminta maaf kepada semua orang yang telah melihat nilai ini? Kepada orang yang telah kita bohongi sehingga ia mempunyai persepsi kagum pada kita. Itu baru kesalahan awal yang nantinya akan merembet kepada nilai-nilai yang tertera di rapor, di ijazah dan seterusnya…. (mau membaca tentang ini bisa dilihat di:Ujian, Menyontek dan Kita )
Namun bagi kita yang mau melihat jauh kedepan, memilih kejujuran daripada kecurangan sebenarnya adalah orang-orang yang menyiapkan diri untuk menjadi orang yang arif, orang yang menang meski bukan untuk mengalahkan. Meski memang sulit untuk mencari kearifan demikian. Meski agak sulit, kita harus selalu mencoba untuk mencari hikmah dan berharap ada pahala yang besar ketika kita dihadapkan pada kesulitan dan kerepotan untuk belajar, kesulitan untuk menjawab ujian, kesulitan untuk menghadapi kesulitan hidup. Memang agak sulit mencari-cari celah-celah jalan untuk selalu mendekatkan diri pada-Nya ditengah orang-orang yang demikian banyak hanya mengejar kenikmatan duniawi yang sesaat ini. Tapi ini sangat diperlukan, mencari sisi baik dari segala hal, karena:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(Al Quran Surah Al Baqarah (2) ayat 216)

Orang-orang yang tidak melihat kedepan, kecuali kesenangan sesaat yang ada didepan matanya, sebenarnya menyiapkan diri untuk memasuki sebuah lubang yang digalinya sendiri dan nantinya bergabung dengan orang-orang lain yang juga ditetapkan sebagai orang-orang yang kalah. Ia selalu melihat sesuatu dengan pandangan yang jauh lebih pendek, ia pura-pura dan seolah-olah lupa dari mana mereka berasal dan kemana akan berpulang. Orang-orang ini sering meremehkan kesalahan, padahal meremehkan kesalahan akan menambah beban kesulitan yang ada. Padahal ketika orang terbiasa melihat kesalahan dan dosa dengan cermin cekung (sehingga dosa itu akan kelihatan kecil) akan senantiasa terjerumus dalam kesalahan-kesalahan lain yang lambat laun akan membesar. Menurut Ibnul Jauzy (semoga Allah merahmatinya), cobaan terbesar bagi manusia adalah ketika ia merasa dirinya tidak sedang mendapatkan cobaan, terlebih jika ia sangat gembira dengan cobaan itu. Mereka yang seperti itu tidak akan terselamatkan oleh ketaatannya.

Ilmu sebenarnya bukan hanya materi saja tetapi termasuk perjuangan untuk mencapainya. Seperti ketika kita belajar berenang, maka proses ilmu itu dimulai dari bagaimana kita bisa mengalahkan rasa takut tenggelam, bagaimana kita bisa merasakan air yang masuk melalui tenggorokan atau hidung. Itu adalah bagian dari ilmu. Jadi yang namanya ilmu itu bukan hanya bagian akhir saja yaitu nilai, tetapi yang dinilai sebenarnya adalah proses mencari ilmu itu. Dan ujian sebenarnya adalah bagaimana kita bisa melatih jiwa menjadi kuat, melatih jiwa melawan kebosanan dan kemalasan, melatih jiwa untuk melawan kelelahan, melatih jiwa untuk tidak membuang-buang waktu pada hal yang tidak bermanfaat, melatih jiwa untuk tetap optimis dan melihat kebaikan terhadap semua hal yang telah diberikan-Nya. Ini memang tidak mudah. Tapi kita harus mencoba. Menapaki jalan berliku itu.

Karena, Surah Al Mulk ayat 2.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun
(Al Quran Surah Al Mulk (67) ayat 2)

Demikianlah ketika kita menyikapi nilai ulangan harian berikut ini: (Nilai ulangan harian sebelumnya bisa dilihat di :Nilai Ulha Yang Kemarin )

Nil X - 1
Nil X - 2
Nil X - 3
Nil X - 4
Nil X - 5

12 Tanggapan

  1. alhamdulillah..
    makasi ya pak . .

  2. alhamdulillah pak…….
    sbelum ub ad niat jga pak mo nyontek….
    tpi stelah dnger kta bpk yg pertanggung jawaban di akhirat….
    gak jdi de…..
    walopun remed tpi msi untung gak dosa…….

  3. assalamualaikum pak… kalau bisa minggu depan minta pembahasan soalnya pak… penasaran…

    • to : Verol
      Wa’alaykumussalam wr. wb.
      Insya Allah, diingatkan saja ya
      tapi mungkin bagusnya kita bahas setelah materi tentang oceanografi saja ya…

  4. yah..bpk..
    remed lagii…

    • to : Ade Surya Tawalapi
      yah…
      mungkin Ia meminta kita agar mau lebih belajar lagi.
      Jangan patah semangat…

  5. Alhamdulillah,,,,
    saya gak remed pak
    makasi ya pak,,,

  6. makasih pak…
    soal semester ntar jgn susah2 ya pak…
    pak… masih ngurus blog kan?
    hehehe^^v

  7. Salam pak…
    Pak, bisa diberi laporan nilai 2 ulangan fisika yang Axl XI IA 8 lalui tempo hari?
    Trimakasih pak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: