Tahun Depan Peserta Ujian Nasional 2010 SMA dan MA Digabung

“Sistem ini dirancang untuk mengurangi tingkat kecurangan penyelenggaraan ujian nasional di tingkat sekolah. Dari hasil evaluasi UN tahun 2009, ditemukan banyak indikasi kecurangan, makanya sistem ini mengurangi praktek kecurangan” Teuku Ramli Zakaria  (Anggota BSNP)

Pekanbaru, Tribun Tribun – Ujian nasional untuk siswa sekolah menengah atas (SMA) dan Siswa Madrasah Aliyah (MA) tahun depan, yang digelar maret 2010 akan berbeda. Pasalnya, peserta ujian akan menjalani ujian di tempat yang ditentukan melalui pengacakan komputer. Bisa saja siswa di sekolah A akan mengikuti UN di sekolah B.

Pengacakan lokasi ujian ssiwa SMA dan MA akan menggunakan program komputer yang dibuat oleh BSNP. Sementara pemerintah daerah melakukan pengacakan dengan menggunakan program komputer.Meski dilakukan pengacakan, namun faktor kedekatan lokasi sekolah tetap dilakukan. Hal ini untuk mengurangi kesulitan peserta ujian untuk mencapai lokasi ujian.

Demikian dijelaskan anggota BSNP) Teuku Ramli Zakaria saat memberikan ceramah pada seminar pendidikan di aula Pustaka Daerah Soeman HS Pekanbaru, Minggu (1/11).

“Sistem ini dirancang untuk mengurangi tingkat kecurangan penyelenggaraan ujian nasional di tingkat sekolah. Dari hasil evaluasi UN tahun 2009, ditemukan banyak indikasi kecurangan, makanya sistem ini mengurangi praktek kecurangan” ujar Teuku Ramli Zakaria

Namun sayang, Teuku Ramli enggan membeberkan angka kecurangan untuk masing-masing daerah di Riau. Dia juga menolak untuk memberikan angka kecurangan untuk sekolah-sekolah di Sumatera dan daerah lainnya.

“Tapi datanya ada sama kita. Menteri saja tidak mau mempublikasikan data itu, alasannya untuk menghindari terjadinya situasi yang tidak kondusit. Pak Menteri ingin memberikan sanksi yang lebih mendidik,” kata Teuku Ramli.

Indikasi kuat adanya kecurangan menurut Teuku Ramli, terlihat dari pola jawaban peserta ujian disuatu ruangan ujian atau di suatu sekolah. “Itu terlihat dari adanya jawaban yang salah dari semua peserta di satu kelas peserta ujian. Logikannya itu kan nggak mungkin, karena harusnya jawaban salah bervariasi. Kecuali untuk jawaban yang benar,” kata Teuku Ramli.

UN sendiri menurut Teuku Ramli adalah bagian dari sistem perbaikan mutu pendidikan. “Hasil UN inilah yang akan menjadi dasar pemerintah menentukan kebijakan, juga menentukan perlakukan yang paling tepat yang harus diambil untuk membenahi suatu sekolah di suatu daerah. Kalau data UN ini tidak yang sebenarnya, tentu sistem perbaikan ini tidak akan berjalan dengan baik,” kata Teuku Ramli.

Surat Keputusan (SK) kebijakan baru ini menurut Teuku Ramli sudah ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Nasional yang saat itu masih dijabat Bambang Soedibyo. “Jadi ini akan berlaku, tidak ada pengaruh pergantian menteri,” kata Teuku Ramli.

Seminar Pendidikan kemarin yang dihadiri para guru, umumnya dari Pekanbaru,s emula berlangsung tenang. Diawali dengan pemaparan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Irwan Effendi dan kemudan pemaparan ketua PGRI Riau Isjoni. Begitu juga pada bagian awal pemaparan Teuku Ramli.

Ketenangan seminar terusik dipertengahan pemaparan Teuku Ramli, saat muncul slide yang menyatakan waktu pelaksanaan UN tahun 2010 dan juga ketentuan baru pelaksanaan UN untuk siswa SMA dan MA. Slide itu diikuti penjelasan Teuku Ramli.

Para peserta bereaksi dengan berbisik-bisik dengan rekan disebelahnya. Tak lama kemudian, Teuku Ramli pun mengakhiri pemaparannya. Seminar kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Seorang peserta menanyakan kepastian pelaksanaan sistem baru itu. Teuku Ramli pun menegaskan bahwa sistem itu akan dilaksanakan tahun depan.

Usai seminar, Tribun menanyakan kepada salah seorang peserta seminar tentang reaksi mereka saat mendengar perubahan sistem pelaksanaan ujian nasional SMA dan MA.

“Kami kaget, karena baru tahu ini. Makanya kami ngomel-ngomel gitu kan. Ini kan berarti panitia di sekolah harus dicampur juga, kemudian juga guru. Kemudian, sekolah swasta dan negeri juga akan dicampur, itu kan nggak sama (kualitasnya) Kami kaget tadi tu,” ujar Wisti peserta seminar.

Dia membayangkan, jika peserta ujian berasal dari berbagai sekolah yang tidak sama kualitasnya, malah akan menyuburkan praktek percontekan. “Itu sekolah-sekolah kan nggak sama kualitasnya. Jadi kalau digabung bisa-bisa praktek nyontek malah menjadi-jadi,” kata Wisti lagi. (hnk)

Dikutip dari Harian Pagi TribunPekanbaru, Edisi 916, hari Senin 2 November 2009.

39 Tanggapan

  1. LANGKAH PEMERINTAH TENTANG KEBIJAKAN PELAKSANAAN UN ADALAH SESUATU YNAG BAIK, TETAPI BAGAIMANAPUN JUGA KOMITMEN KUAT DARI SEMUA PIHAK ADALAH KONTRIBUSI YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN TERUTAMA MITRA STRATEGIS KITA YAITU PARA TENAGA PENDIDIK.

  2. pemerintah harus nya mengkaji keputusan itu..kan kalo di campur menyusahkan murid itu sendiri entah jauh dr tempat tinggal nya.dan saya harap pemerintah bisa mengkaji dgn matang keputusan itu.

  3. peratuan pemerintah harus dipertimbangkan kembali………………………………………………………..karena dengan pertukaran antar siswa sekolah akan menambah kegugpan para siswa…………

  4. Seharusnya pemerintah mrmpertimbangkan lagi kebijakan terswbut,, karna bagaimanapun juga tidak menutup kemungkinan masih banyak kecurangan2 yg terjadi, karna makin tertekanya para siswa maka mungkin saja akan malakukan segala cara yg penting mereka bisa lulus..

  5. sebaiknya dikaji ulang kebijakan tsb!!!
    ujian2 sebelumnya saja sdah ckup membimgungkan siswa dan bapak/ibu guru..
    apalagi skrang dg kebijakan baru tsb..
    mohon dipikirkan nasib murid…yg sekolahnya tidak digabung saja bnyak yg tidak lu2s..apalagi bila sekolahnya akan dipencar dan digabung.
    ini akan smakin membuat permasalahan yg baru………

  6. ya ampun pak…ujian taun lalu saja sudah membebani siswa.
    jika siswa d letak kan d sekolah lain,siswa semakin mempunyai beban maental yg sangat menganggu jalan nya ujian nasional…
    mohon pengertian nya ya pak…

  7. mohon dipikirkan kembali peraturan UN yg mengacak siswa dengan sekolah2 lain .
    hal ini sangat menekan psikologi siswa .
    bahkan dapat membuat tingkat stres siswa menjadi tinggi .
    tidak diacak saja banyak yang nggak lulus,
    apalagi jika diacak dengan sekolah lain ?? .
    kami sebagai siswa merasa sangat sangat kecewa jika peraturan ini tetap diberlakukan .
    terima kasih .

    • betul apakah tingakan itu tidak merusak pola pikir siswa??
      tpi bgaimana pun ujian harus di laksanakan

      OTW ujian nasiaonal>>>>>NICE ALL^_*

  8. ujian nasional itu bukan ujian main-main,,,,tapi menentukan masadepan siswa,,
    pengacakan ini hanya akan membuat peserta ujian bingung dan gugup sehingga tidak bisa mengerjakan soal-soal yang di berikan,,,
    hal ini akan mmbuat prosentase ketidak lulusan UN 2010 semaki bertambah,,,,,,
    MOHON DIPERTIMBANGKAN KEMBALI…………..!!!!!!!!!!!!

    • mudah-mudahan keluh kesah ini dapat dipertimbangkan bagi sang pembuat keputusan;
      karena smuanya itu untuk kepntingan pendidikan kita agar lebih maju dan lebih baik…

  9. pak / bu yang berwenang membuat peraturan UN 2010. . .
    tolong semua peraturan2 itu dapat dipertimbangkan lagi. .
    semua hasil dari 3 tahun belajar di SMA cuma ditentukan dengan waktu yang sangat singkat. .
    CUMA 5 HARI. . .
    apakah beliau tega melihat pendidikan Inonesia ini turun tingkat kelulusannya. . .
    jadi MOHON DIPERTONBANGKAN KEMBALI. . .TERIMAKASIH

  10. betul….betul.. apakah semua tu hanya di tentukan dalam 5HARI???apakah ke bijakan tersebut sudah pasti di jalankan pda tahun 2010???

  11. wah ….
    dengan peraturan cara nie murid” bakaLan gugup atw bsa sters utuk melasanakan ujian nasionaL … toLong pertimbangkan Lagi peraturan ini …

  12. Iy.. Pemerintah hrz mempertimbangkn lagii kptusan ini.. krna ini trlalu mengejutkan. Kalo ingin membuat peraturan, buatlah peraturan yang tdk berubah2. KAMI MENOLAK PERATURAN INI.

  13. iyaa.. kbijakand itu perlu dkaji ulang..
    setiap tahun.. kbijakand uan kok makin dpersulit sih??
    apakah perlu uan sbagai penentu kelulusan.. masak sekolah 12 tahun hanya ditentuin ma 6 hari sih??? seharusnya..kelulusan siswa dkembalikan ke sekolah.. biar sekolah yang menilai lulus tidaknya siswa.. pakkk.. lok buad kebijakand jangand yg mempersulit siswa tha… hufth…

    • hmmm….
      semakin banyak sj nmpaknya yang gak setuju….
      mudah2an bisa diakomodasi oleh pihak yang berkepentingan.

  14. Sya sbgy siswa ingn brpndpat,Jikalau kita merubah pola UAN spt itu,psikologi kami sgt trtekan.
    Belum,jika jarak skolah brtmbah jauh,ruangan skolah org lain pun blum hafal.
    Bgtu pula dg WC n atributnya.
    Itu menambah tingkat stres kami.
    Kami tahu mungkin pemerintah jauh lbih visioner berfikirnya. Tp alangkah mulianya,jika pemerintah mampu mendengar Teriakan Siswa yg sya yakin dominan blum bsa stuju.!!
    Makasih ..

  15. harusnya lebih di pikirkan lagi nasib siswa siswi ajaran taun 2009-2010, dengan metode lama pun masih banyak yang tidak lulus UJIAN apa lagi dengan metode seperti sekarang,, mental pelajar DOWN DRASTIS,, mohon di pertimbangkan lebih lanjut,, bayangkan jikalau kita berda di posisi siswa siswi kita sekarang apa yang anda rasakan?

    • Kami selaku kelas XII sangat cemas mengenai UAN. Karena standar kelulusan terus naik padahal SDM warga Indonesia itu relatif rendah. Pemerintah perlu mempertimbangkan hal ini. Apalagi sekarang ditambah tempat pelaksanaan UAN ditentukan. Ini akan menambah BEBAN siswa. UAN sebenarnya tidak ada hubunggannya dengan keberhasilan setiap ORANG. Keberhasilan seseorang ditentukan oleh sendirinya. Pemerintah juga jangan mementingkan kepentingannya sendiri hanya karena mencary sebuah STATUS. Bagaimana kalau sebaliknya pemerintah yg menjadi siswa, saya yakin anda juga akan sulid menerima ini semua. TOLONG DIPIKIRKAN???????????????????

  16. Bisa-bisa saja keputusan itu diterima,
    tetapi seharusnya UN tidak dijadikan sebagai tolak ukur kelulusan. Sangat lucu sekali apabila UN dijadikan tolak ukur kelulusan bagi SMA.
    Hanya dalam waktu beberapa jam saja kelulusan itu ditentukan. Tidak sebanding dengan belajar selama 12 tahun. Oleh karena itu, saya mewakili siswa/i SMA se-Indonesia, kami sangat mengharapkan agar Bapak Mendiknas mempertimbangkannya kembali. Sangat tragis apabila kelulusan ditentukan dengan “UN”.
    Jujur saat ini kami sangat stres dengan keputusan kelulusan UN.

    Kami sangat mengharapkan pemerintah mempertimbangkannya kembali !
    Terimakasih .

  17. ohmygod.. aneh.aneh ajah!!
    mau.a gmn sie?
    ningkatin kwalitas sieh boleh, tp jgn bkn murid pada sengsara dunk!
    ati ati aja, kalo tingkat bunuh diri d tingkat para pelajar meningkat!!!

  18. tolng untk dpkr ulang atau ditinjak lanjuti …
    karna itu dpt merusak psikologi para siswa dan dapat mmbuat mental mereka menjadi down …

    mohn untk dipertimbangkan kembali.
    trima kash

  19. kaya gitu gag efektif ..tdk semua sekolah pnya fasilitas sama.

  20. tlng jgn di ack ujian ne ujian terkhir msa sekolah , , , masak mau menghancurkan masa depan anak bangsa sendiri.
    menginggat sstem nya sangat berat. . . . .. dan sangat sulit di sisi lain anak SMA G semuanya melanjutkan ke PT.TtPI DA JG YG BEKERJA.JANgAN membuat tingkat stRes anak menjadi tinggi.

  21. anAk cLs12……dibkin puSing dGn kPtsan ni.ditmBh puLa pSing nyiApin bHan bwt UAN nya.
    pliisSzzz……dUnkz jGn bkn rumIt.
    yG pnTing kn luLus mua. . . . .

  22. kebijakn Pmrintah memng sungguh baik namun kebijakan ITU mesti harus diTINJAU kembali kRn kbjkan itu akn mnmbah mental siswa bgi yg ingn berusha utk berbuat tidak curang akn menjdi ngedrop,sebaiknya adakanlah ujian nasional di sekolah saja namun soal setiap anak berbeda”, justru itulah jalan keluar yang baik menurut saya. terima kasih

  23. Please kami mhon bpk2 yg mengatur tentang sstem Pndi2kan..
    Kmi mohon.UAN ny jgn d buat dolanan..
    Kami streS nie.,…

  24. Kami sangat2 tidak setuju dgn ktetapan ini,,
    karena ujung2ny hanya membuat mental para siswa menjadi DOWN,
    kita buat mempersiapkan materi UN aja udah kelimpungan,apalagi ditmbah dgn peraturan baru kyk gini?
    bisa2 cuma bkin kita jadi stres..

  25. TOLONG BAPAK PIKIRKAN LAGI,,
    APA BAPAK TIDAK MEMIKIRIKAN BEBAN YANG BKAL KITA ALAMI SEBAGAI SISWA NANTINYA?????
    TOLONG JGN EGOIS,

  26. Walaupun peraturannya di ubah2 jadi lebih rumit, . .kita lu2s dengan nilai baguz, blum tntu mendapat kerja,..jd MOHON DI PERTIMBANGKAN KEMBALI, pra bpk /ibu yg mengurus praturan UAN

  27. Aslm.
    tlong prtimbangkan hal brikut .
    sarana dan prasarana tiap sekoLah brbeda.
    kualitas guru tiap sekoLah berbeda.
    kualitas siswa tiap sekolah brbeda..
    bagaimana dgn skolah yg dpelosok2 dan skolah yg dkota? Pasti punya prbedaan yg mutlak tak sama dr segi apapun.
    Sementara seluruh skolah dberlakukan soal dan standar UN yg sama.
    apa pemerintah sudah bsa menyamaratakan sarana prasarana? sudah bisa menyamakan kualitas guru?
    tiap sekolah saja ada yg SBI bahkan ada yg skolah brstandar biasa.
    kemana perhatian pmerintah?
    maaf sblum nya.
    kalau pmerintah sudah bsa memenuhi kualitas yg baik dsetiap skolah.
    saya stuju UN dilaksanakan.
    tp untk skrg.sebaiknya.perbaikan kualitas yg hrs jd perhatian utama.
    Tlng dprtimbangkan.
    Terima kasih.

  28. apakh nilai standar uan dr taun ke taun akan selalu naik?

  29. seharusnya UAN ditiadakan saja,dikarenakan banyak siswa-siswi yang telah merencanakan ingin bunuh diri jikalau tidak lulus.Contohnya saya ngatiyem,udah beli baygon,parang panjang yang panjangnya kurang lebih 2m.
    itu baru sya belum siswa lainya mungkin ada yang sudah beli senso,tali,racun tikus,tusuk gigi,dan kawan-kawan.

  30. sebaiknya nilai UN di tingkatkan,namun plaksanaannya jagan di buat rumit.

  31. SEBAIKNYA UN DI TIADAKAN,KRN JIKA TIDAK LULUS PERJUANGAN SISWA SLMA 3 TAHUN INI KN SIA SIA,MSKIPUN ADA UJIAN SUSULAN.TETAPI TETAP MNJADI BEBAN MENTAL YG DALAM BGI SMW SISWA. . JD USAHAKAN UN BUKANLAN SYARAT KELULUSAN SISWA . . SAYA MINTA PENGERTIANYA BUAT PEMERINTAH. . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: