dari Pawai Takbir Idul Adha 1430 H di Pekanbaru

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Laa ilaha illallaha, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar  wa lillahil hamdu.
(Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan untuk Allah segala pujian”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/168 dengan isnad yang shahih)
Malam 10 Dzulhijah 1430 H. Inilah pertama kali saya mengikuti kegiatan pawai takbiran (tepatnya menunggui dan melihat) selama saya di Pekanbaru. Awalnya karena sekolah diminta untuk mengirimkan ‘beberapa’ orang peserta didiknya untuk mengikuti pawai takbiran sebagai pemegang obor di dekat tribun, maka saya diminta untuk menemani anak-anak Rohis dan Osis (yang ikut, boleh absen dibawah sini…); sebagai teman saya (eh, siapa yang menemani siapa ???) ada juga Pak Wawan (Wakasek Kesiswaan), Pak Beta Soneka, Pak Abdi, Pak Nurben dan juga Mas Edi (Jazakallah Mas Edi, telah menjagakan kendaraan kami di GOR, tanpa engkau….).
Pawai takbir yang dipusatkan di Jalan Gajahmada Pekanbaru ini sebenarnya cukup meriah dengan mobil hias yang dikirim utusan berbagai kelompok masyarakat dan intansi pemerintahan. Setelah dimulai dengan pemukulan bedug oleh Gubernur Riau, maka dimulailah pawai takbir yang kabarnya diikuti oleh hampir 600 kendaraan. Saya tidak begitu menghitungnya dan tidak akan bertanya kepanitia apakah kendaraan itu termasuk kendaraan roda dua semisal sepeda atau sepeda motor, maupun mobil pawai, mobil ambulans, mobil panitia atau termasuk 1 buah becak yang saya tidak tahu, apakah berniat pawai atau tersesat.  Lumayan juga, setidaknya untuk pengalaman pertama saya melihat Pawai Takbir di Pekanbaru. Sebenarnya ada niatan untuk mengambil photo-photo keseluruhan mobil yang ikut dalam barisan pawai, namun beberapa kendala menghampiri saya. Mulai dari Pak Polisi-nya yang ngatur mobil pawai itu dua-dua dan cepat-cepat lagi (masa pawai suruh ngebut), juga ada bertemu teman yang mengajak ngobrol (entah kenapa, kok begitu antusiasnya beliau bercerita), walhasil saya susah ngatur fokus kamera yang saya setel manual, maklum malam. Ini hanya beberapa mobil pawai yang terjepret kamera. Untuk kendaraan yang masuk dalam gambar sini, selamat ya, kendaraan anda ditakdirkan terphoto dengan cukup bagus. Sebenarnya ada cukup banyak, tapi ya tadi itu, gambarnya kurang bagus. Selamat menikmati saja kalau ini memang bisa ternikmati…
yang bersepeda yang bertakbir







catatan: Photo-photo yang ada di blog ini sebagian besar telah di crop dan direduksi, jadi bagi yang berminat dengan photo-photo seutuhnya atau photo-photo yang lain dapat menghubungi pemilik blog.

5 Tanggapan

  1. Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah menjalani kita simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

  2. assalamualaikum ww,, wah, benaran pak, pawai pertama? Bikin sya kaget lo.. Eh pak, benaran bpak yg nulis ni? Kok g nyangka y, g kayak tulisan bpak, ternyata bpak bisa ngelucu jga ( g tw sengaja ato g, tpi lucu lo pak, sya g nyangka.. Hhe)

  3. wa’alaykumussalam warrohmatulloh…
    bener! ini pawai pertama Hari Raya yang sy liat selama saya hidup di Pekanbaru.
    Hmm, sy juga bingung; kadang-kadang tulisan saya bisa aneh jga. Padahal sy berniat untuk nulis serius, tapi kelihatan gak serius; kadang yang gak serius juga terlihat gak serius juga, eh maksudnya kelihatan serius. begitulah…

  4. Ooo, jdi tambah bngung pak,, hhe.. wah pak, comment bpak justru lbih lucu… p.s helen kirim salam jga pak, helen blg cmment bpak g joleh pak, apa yg terjdi slama qami tggalin pak, bpak jdi rada brubah.. hhe
    ayo kpan walimahan pak, qami tggu,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: