Mengenang Arafah, di sini, di SMA Negeri 8 Pekanbaru

setelah pecahnya perahu, Kaukah yang menghantarkan aku ke lembah yang sunyi dan tandus, tanpa ada sesiapa lagi yang kusaksikan selain Kau tatkala Kaubuka padang pasir ini seluas-luasnya, tatkala semuanya sirna ke dalam-Mu, tatkala semuanya bisu tanpa huruf dan suara, tiba-tiba sayap-sayap doa pun menembusi langit lalu menghujankan kabut airmata, membanjiri Padang Arafah”.
(Johar Buang, Perahu Melayu di Lautan Khulzum)

Kamis ini, 26 November 2009, bertepatan dengan 9 Dzulhijah 1430 H, aktivitas di SMA Negeri 8 Pekanbaru dibuka dengan kajian Agama dan Muhasabah, untuk mengenang saudara-saudara sesama Muslim yang saat ini sedang wukuf di Arafah.  Semua yang hadir mengenakan busana putih-putih, meski tidak semuanya. Mendengarkan lantunan ayat Al Quran oleh Ketua Rohis 8, sambutan dari Kepala Sekolah, dan tausiah dari Ustadz. Meski matahari saat itu bersinar cukup terik, tidak menghalangi semangat peserta didik, guru dan tata usaha untuk mengikuti acara dengan takzim, walaupun banyak peserta yang saat itu sedang puasa sunnah Arafah. Hari Arafah adalah hari disempurnakannya dien dan dicukupkan nikmat.

Dalam Shahih Muslim, dari Aisyah radliyallah ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka melainkan hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, “Apa yang mereka inginkan? ( tentu Aku kabulkan).” Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Hadits ini jelas sekali menunjukkan keutamaan hari Arafah”. (Syarah Shahih Muslim 9/125).

Keadaan di Arafah ini merupakan replika di Padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian oleh Allah SWT.Saat itu semua manusia sama di hadapan Allah SWT, yang membedakan hanyalah kualitas imannya.

Adapun keutamaan Arafah adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW ,”Do’a yang paling baik adalah doa di hari Arafah“. Dalam riwayat lain Rasulullah SAW juga bersabda ,”Tidak ada hari paling banyak Allah menentukan pembebasan hamba-Nya dari neraka kecuali hari Arafah“.

Selain itu juga kita disunnahkan untuk perbanyak ibadah lainnya seperti membaca Al Qur’an, takbir, tahmid, tahlil dan sebagainya. Jangan sampai melakukan sesuatu yang tidak pantas atau tidak sesuai dengan kesucian ibadah.

‘Doa paling utama adalah doa hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang diucapkan aku dan para Nabi sebelumku adalah: laa ilaah illa Llah wahdahuu laa syariikalah (Tiada Ilah kecuali Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNYa) (Kitab Muwaththo’).

Karena itu, marilah kita panjatkan sepenggal do’a:

Subhanallah Walhamdulillah Wallailaaha’illallah Huwallahu’akbar……

“Tidak ada tuhan yang patut di sembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya Dialah yang memiliki kekuasaan dan Dialah yang memiliki segala puji dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.”

“Subhanallah, Maha Suci Engkau ya Allah. Dan segala puji hanyalah untuk-Mu”.

“Wahai Tuhanku! Bagi-Mu segala puji sebagaimana yang kami katakan, dan bagi-Mu adalah segala kebaikan sebagaimana yang kami katakan. Ya Allah milik-Mu segala salatku, ibadahku, hidupku dan matiku. Kepada-Mulah tempatku kembali dan bagi-Mu segala peninggalanku. Ya Allah kami berlindung kepada Engkau dari adzab kubur dan dari penyakit hati yang was-was dan dari segala perkara yang tercerai-berai. Ya Allah kami berlindung kepada Engkau dari bahaya yang dibawa oleh angin, dan dari keburukan yang timbul di malam dan siang hari, juga dari bencana yang dibawa oleh hari-hari” .

“Ya Allah sesungguhnya Engkau mendengar perkataan kami dan melihat tempat kami, dan mengetahui rahasiaku dan lahir kami, tidak ada satupun perkara yang tersembunyi dari-Mu. kami hamba yang kerdil dan miskin, yang membutuhkan pertolongan dan perlindungan. Hamba yang memohon belas kasihan, yang membenarkan dan mengakui dosa-dosanya. kami meminta kepada-Mu sebagai permintaan orang yang membutuhkan. kami mengadu kepada-Mu sebagai pengaduan orang bersalah yang hina. kami berdoa kepada-Mu doa orang yang takut dan buta akan apa-apa. Orang yang berlutut hanya ke hadapan-Mu, yang mengeluarkan segala aduannya hanya kepada-Mu, yang membungkukkan dirinya hanya kepada-Mu.”

“Ya Allah berilah hati ini cahaya-Mu dan pada penglihatan kami cahaya dan pada pendengaran kami cahaya. Ya Allah lapangkanlah dada ini, dan mudahkanlah urusan kami. Dan kami berlindung kepada-Mu dari godaan hati, dan dari urusan yang bercerai-berai dan dari fitnah kubur”.

“Ya Allah, ampunilah segala dosa, kesalahan, kehilafan, kemusyrikan, kedengkian dan ‘kekafiran’ yang pernah kami lakukan. Juga dosa kedua orang tua kami, saudara-saudara kami, anak keturunan kami. Tunjukilah jalan yang lurus agar kami selalu berada di jalan-Mu, jalan yang Engkau Ridloi dan bukan jalan yang Engkau murkai”.


“Ya Allah, sesungguhnya kami ini adalah kecil, dan Engkaulah yang Besar dan Agung. Kami hanyalah makhluk yang lemah, tak punya kekuatan apapun, tanpa pertolongan dan kekuatan dari-Mu”.

“Ya Allah, jadikanlah kami muslim dan mu’min yang taat menjalankan segala firman dan perintah-Mu. Jauhkan kami dari siksa kubur dan api neraka. dan, kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang soleh, dan bertaqwa”.

“Ya Allah, kuatkan kami agar besok pagi kami dapat selalu berjalan bersama, langkah-langkah yang telah Engaku tetapkan bagi kami, menyusuri dunia dari sudut-sudut yang Engkau kehendaki”.
“Ya Allah, kuatkan tapak kaki kami untuk tetap menjejak ke bumi, meski duri-duri tajam tak henti merajam telapak tipis kaki kami”.

“Ya Allah, bantu kami agar selalu bersyukur atas setiap hirup nafas, atas setiap tetes keringat, untuk setiap bulir-bulir rezeki yang telah Engkau hamparkan berhamburan di atas bumi-Mu ini”.

“Ya Allah, kuatkan hati ini agar ketika senja tiba, kami merasa cukup atas setiap apa saja yang tergenggam ditangan ini”.

“Ya Allah, peliharalah kami agar esok hari kami bisa memulai pagi dengan senyum, menyapa mereka yang tak seberuntung kami, lalu bersegera membagikan sebagian dari apa yang telah tergenggam kemarin-kemarin dan bersegera juga melupakan bagian-bagian itu, biar tak mengingatnya dalam setiap sujud-sujud kami nanti”.
“Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari saat-saat dimana kami sedang tidak ingat, dari saat-saat dimana hati ini terbalik serendah-rendahnya. Jadikan doa disaat ingat seperti ini jadi penjaga diwaktu lupa, diwaktu khilaf sekhilaf-khilafnya”.

“Ya Allah, hamba yang lemah ini memohon pada-Mu yang Agung, panjangkanlah umur hamba, jika kehidupan ini masih baik bagi hamba untuk memperbanyak amal ibadah kepadaMu. Dan wafatkanlah hamba jika kematian itu lebih baik bagi hamba”.

“Inilah doa dan harap kami ya Allah, jangan jadikan keinginan tumbuh dan berkembang kami ini seperti  kufur atas setiap hari-hari yang telah Engaku gulirkan bagi kami”.
“Ya Allah, ampunilah dosa hamba”.

Amien……

Jazakumullah buat anak-anak pengurus OSIS (terutama kelas X), dan anak-anak Rohis; yang telah membantu setiap ada kegiatan imtaq. Semoga kita bisa warnai dunia dengan warna-Nya.

catatan: Photo-photo yang ada di blog ini sebagian besar telah di crop dan direduksi, jadi bagi yang berminat dengan photo-photo seutuhnya atau photo-photo yang lain dapat menghubungi pemilik blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: