Mengapa Mesti Marah? (bagian 2)

Jika kita sudah mencoba menahan diri untuk tidak meluahkan emosi marah kita, namun tetap saja godaan untuk marah itu sulit dihindari, maka pada saat awal marah masuk, cobalah untuk mengingat beberapa hal dibawah ini agar ketika marah kita masih bisa mengendalikan diri, jangan sampai emosi marah kita yang mengendalikan diri kita. Dikhawatirkan karena marah itu berasal dari syaithan, – sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud “Sesungguhnya marah-marah dari Setan, dan sesungguhnya setan diciptakan dari api…” maka jangan-jangan syaithan pula yang mengendalikan diri kita. Saat marah begitu menggoda, maka yang bisa kita lakukan adalah:

1. Beristighfar dan Berlindunglah kepada Allah.

Salah satu cara untuk berlindung kepada Allah Subhana Wa Ta’ala adalah dengan membaca Ta’awudz atau isti’adzah yang menurut bahasa berarti melindungkan sesuatu kepada sesuatu yang lain. Maka kata-kata naudzubillah artinya kami berlindung kepada Allah. Ucapkanlah kata ini dengan sepenuh harap agar Allah melindungi kita dari Syaithan ketika kita marah.

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk”.

Nabi SAW bersabda, “Jika seseorang yang marah mengucapkan; ‘A’uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya.” (HR Ibu ‘Adi dalam al-Kaamil.)

2. Bersegeralah Untuk Berwudhu.

Wudhu, menurut bahasa artinya bersih dan indah. Sedangkan menurut syar’i, artinya membersihkan setiap anggota badan dari hadast kecil. Umumnya kita mengenal wudhu hanya sebatas ketika mau sholat saja, tetapi pada hakekatnya wudhu bertujuan untuk mensucikan jiwa raga, termasuk meredam amarah yang sedang memuncak. Jika kita sering menjaga diri dengan berwudhu, Insya Allah wudhu itu juga akan menjaga kita dari perbuatan-perbuatan yang bisa membatalkan wudhu. Amarah itu ibaratnya seperti kobaran api, dan hanya air (wudhu) dan istighfar yang bisa meredamnya.

Sesungguhnya marah-marah dari Setan, dan sesungguhnya setan diciptakan dari api, dan sesungguhnya api dimatikan dengan air. Maka ketika salah satu kalian marah-marah maka hendaklah berwudhu.”

3. Rubahlah posisi kita.

Mengubah posisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah Nabi SAW. Nabi SAW bersabda,

“Ketika salah satu kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah duduk, maka hilang marah-marahnya. Dan jika tidak hilang maka hendaklah berbaring.”(HR. Abu Dawud dan HR Ahmad)

4. Redamlah ego.

Orang marah biasanya karena egonya naik, cobalah untuk merendahkan ego serendah-rendahnya, insya Allah emosi kita bisa terkendali. Meluapkan kemarahan yang berlebihan, merupakan salah satu ekspresi memanjakan ego yang cenderung bersifat negatif yaitu nafsu amarah. Meluapkan kemarahan sebenarnya tidak akan melegakan, karena seperti air yang meluap, maka kita tidak akan bisa mengendalikannya, malah ia yang mengendalikan kita. Ledakan marah hanya menimbulkan efek yang tidak baik kepada kita.

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.(Al Quran Surah Yusuf (12) : 53)

5. Cobalah untuk diam.

Rasulullah SAW bersabda, “Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad).

Terkadang orang yang sedang marah mengatakan sesuatu yang dapat merusak agamanya, menyalakan api perselisihan dan menambah kedengkian. Dengan diam dan memberi jeda, kita bisa menata marah dan menjadikan marah kita menjadi proporsional.

6. Cobalah untuk bersegera memberi maaf dan bersabar.

Jangan berpikir bahwa orang yang membuat marah itu yang harus meminta maaf kepada orang yang telah dibuatnya marah. Karena selayakanya orang yang marah memberikan maaf kepada orang yang membuatnya marah. Allah SWT memuji para hamba-Nya.

“Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.(QS Asy-Syuura (42) :37).

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (Al Quran Surah Al-Araf (7) :199)

Sesungguhnya Nabi SAW adalah orang yang paling lembut, santun, dan pemaaf kepada orang yang bersalah. Mengapa kita tidak mengikuti perilakunya?

“Sesungguhnyaa marah itu bara api yang dapat membakar lambung anak adam. Ingatlah bahwa sebaik-baik orang adalah orang yang melambatkan (menahan) amarah dan mempercepat keridhaan, dan sejelek­-jelek orang adalah orang yang mempercepat amarah dan dan melambatkan ridha” (HR. Ahmad dari Abu Sa’ id al-Khudriy)

Memberi maaf, memerintah kebaikan, dan atau memalingkan diri dari orang jahil yang kita banyak keperluan, semua ini tidak ringan karena harus melawan sang penggoda yang tidak kenal lelah, pantang menyerah lagi tak terima rayuan dan sogokan, maka yang akan terasa ringan adalah apabila mengerjakan perkara sebaliknya. Maka tiada jalan, selain dengan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Zat Yang Maha Pencipta.

7. Lembutkan hati dengan banyak beribadah.

Ibadah akan membuat hati lembut dan sabar, sehingga intensitas kemarahan juga akan menurun. Dan juga bergaullah dengan orang-orang yang hatinya lembut dan tidak pemarah sebagai tandingan dari lingkungan keras dan pemarah di sekeliling kita. Hal ini akan membuat kebiasaan suka marah kita akan berkurang.

Demikian untuk sementara, semoga kita dihindarkan dari rasa amarah yang mendominasi,
Semoga ….
Insya Allah bersambung…

4 Tanggapan

  1. seri kedua , dah dah final ?? ata u ada seri ke 3 pak?

  2. terima kasih-terima kasih, semoga menambah ilmu dan segera diamalkan

  3. terima kasih pak, atas tulisannya, semoga bagi saya dan pembaca lainnya mengamalkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: