Sebenarnya Saya…

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Sebenarnya saya telah mencoba menitipkan pesan pada sekumpulan cerita-cerita yang jelas akan sulit berakhir. Sore itu. Seperti kunang-kunang yang datang setelah itu, toh mereka tidak bisa menghindar dari pengakuan orang bahwa serbuk cahaya mereka turut berpadu dengan semburat cahaya bulan dan kerlip bintang mengurangi kelamnya malam. Meski sesaat, tidak seperti bulan atau bintang yang kukuh sepanjang malam. Toh ia tidak bisa menghindar. Padahal ia hanya sekedar mengepakkan sayapnya yang mungil, tanpa menyadari bahwa kerlip cahayanya berakumulasi dengan pendaran cahaya bulan dan bintang malam itu. Sekali lagi, ia tidak menyadari. Tergugulah ia di pojok itu. Menjadi pesakitan. Karena orang-orang yang tidak suka dengan kerlip cahaya itu tidak mampu memenjarakan bulan, apalagi memborgol bintang.

Sebenarnya saya juga telah menitipkan pesan pada serimbunan kata-kata, yang jelas juga akan sulit berakhir. Memang sulit, seperti akar yang tengah kita duduki. Meski kuku dan ujung-ujung jari pecah dan luka saat menerobos tanah dan bebatuan untuk kelanggengan kehidupan sang batang dan dedaunan, meski kakinya telah letih mengokohkan sang pohon agar kuat menahan terpaan angin. Toh ia tidak bisa menghindar. Ketika sang pohon rebah. Ia menjadi tertuduh, karena ia hanya seutas akar. Terinjaklah. Padahal telah ia sampaikan kata-kata agar pohon jangan terlalu menusuk langit, agar daun jangan terlalu lebar melambai kedunia, agar mahkota bunga jangan terlalu membujuk kupu-kupu. Toh ia hanyalah akar, meski tidak sekedar.

Sebenarnya, sekali lagi saya telah menitipkan pesan pada sekumpulan bait-bait fajar yang datang. Hingga siang itu. Seperti matahari, meski mendung mencoba menutupinya, ia tetap menyemburatkan cahayanya agar hujan bergegas membersihkan awan. Sembari itu, ia menawarkan indahnya pelangi. Begitulah, semoga jelas bagimu, semoga seterang matahari.

Sekali lagi bukan saya yang merancangnya, namun bisakah engkau mempercayai?

8 Tanggapan

  1. saya mengerti maksud bapak.
    saya salut dengan isi blok bapak,kata2nya sangat hiperbola pak

  2. kenapa gak jadi Bapak yg rancang pak?

  3. saya mengerti pak. bapak sangat hebat dalam bermain kata-kata.

  4. makasih atas handout fisikanya pak…. sayangnya tidak semua materi ada….. rencananya akan saya gunakan sebagai panduan penulisan artikel di blog saya 😀

    klo minta handout lengkapnya ada tidak….?

  5. Bapaaaak,kata-katanya baguuuus subhanallah pak🙂

  6. subhanallah, luar biasa kata2 nyaa pak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: