Kami Telah Pindah

Blog ini telah pindah ke http://www.sepenggal.com/

Sepenggalsilakan berkunjung ke sana

Qiyamul Lail (4) : Bagaimana Orang Terdahulu Melakukannya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Tulisan kali ini melanjutkan keutamaan-keutamaan qiyamul lalil sebagaimana tulisan sebelumnya Qiyamul Lail (3) : Ada Apa Dengan Qiyamul Lail 8 ~ 16.  Berikut beberapa nukilan dari banyak kitab/buku; bagaimana para pendahulu kita, barisan orang-orang sholeh untuk menegakkan qiyamul lail, berisikan juga bagaimana mereka-mereka mensiasati keadaan agar istiqomah dalam melaksanakan qiyamul lail ini.

*****

Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa tatkala orang-orang sudah terlelap dalam tidurnya, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu justru mulai bangun untuk shalat tahajjud, sehingga terdengar seperti suara dengungan lebah Baca lebih lanjut

Qiyamul Lail (1) – Pendahuluan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

qiyamul-lail-01

Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya dan memohon ampunan-Nya. Kita berlindung kepada-Nya dari kejahatan nafsu kita dan dari keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada satupun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tiada satupun yang bisa menunjukinya. Saya bersaksi Baca lebih lanjut

Pesan harian Agustus 2011 (1)

Bismillahirrohmanirrohiim…
Assalaamu’alaykum warrohmatullohi wabarokatuh….
“Wahai manusia,
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu,
maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu,
maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah,
Alloh Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaranNya
bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang sholat dan sujud,dan
tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb al-alamin”
(HR Ibnu Huzaimah).

Baca lebih lanjut

Ghibah (2) : Ghibah Yang Dibolehkan…

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Ghibah hanya dibolehkan untuk tujuan syara’ yaitu yang disebabkan oleh enam keadaan, yaitu:

1. Orang yang mazlum (teraniaya) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berhak memutuskan suatu perkara dalam rusaha menuntut haknya. Hal ini dijelaskan Baca lebih lanjut

Sebenarnya Saya…

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Sebenarnya saya telah mencoba menitipkan pesan pada sekumpulan cerita-cerita yang jelas akan sulit berakhir. Sore itu. Seperti kunang-kunang yang datang setelah itu, toh mereka tidak bisa menghindar dari pengakuan orang bahwa serbuk cahaya mereka turut berpadu dengan semburat cahaya bulan dan kerlip bintang mengurangi kelamnya malam. Meski sesaat, tidak seperti bulan atau bintang yang kukuh sepanjang malam. Toh ia tidak bisa menghindar. Padahal ia hanya sekedar mengepakkan sayapnya yang mungil, tanpa menyadari bahwa kerlip cahayanya berakumulasi dengan pendaran cahaya bulan dan bintang malam itu. Sekali lagi, ia tidak menyadari. Tergugulah ia di pojok itu. Menjadi pesakitan. Karena orang-orang yang tidak suka dengan kerlip cahaya itu tidak mampu memenjarakan bulan, apalagi memborgol bintang.

Sebenarnya saya juga telah menitipkan pesan Baca lebih lanjut

Mengapa Mesti Marah? (bagian 2)

Jika kita sudah mencoba menahan diri untuk tidak meluahkan emosi marah kita, namun tetap saja godaan untuk marah itu sulit dihindari, maka pada saat awal marah masuk, cobalah untuk mengingat beberapa hal dibawah ini agar ketika marah kita masih bisa mengendalikan diri, jangan sampai emosi marah kita yang mengendalikan diri kita. Dikhawatirkan karena marah itu berasal dari syaithan, – sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud “Sesungguhnya marah-marah dari Setan, dan sesungguhnya setan diciptakan dari api…” maka jangan-jangan syaithan pula yang mengendalikan diri kita. Saat marah begitu menggoda, maka yang bisa kita lakukan adalah: Baca lebih lanjut